Tanah Kenangan

Setahun silam di tempat itu, ada anak-anak berlarian diantara pepadian. Dengan riangnya tertawa-tiwi menemani kesibukan orang tuanya di lahan yang menjadi andalan hidup.Pematang sawah terawat dan padi terayun-ayun dipermainkan angin. Pemiliknya tersenyum dengan girangnya membayangkan panen yang diperkirakan melimpah.Jerih payah akan segera tergantikan dengan hasil sempurna.

Beberapa bulan yang lalu di tempat yang sama. Dimanakah pematang sawah yang dulu?, dimanakah padinya?.Dimanakah anak-anak itu?.Dimanakah petani?.Kenapa yang tersisa hanya tanah lapang?.Semua sudah benar-benar berubah drastis.

Pertanyaan yang segera dijawab oleh plakat yang terpasang ditepinya, “Di tempat ini akan segera dibangun gedung….”.

Emm, satu lagi lahan untuk menanam pagi berkurang dan satu lagi akan bertambah bangunan baru yang akan menggeser populasi padi dan hewan-hewan kecil. Mungkin ditempat lain, seiring waktu akan mengalami hal yang sama pula.

 

32 Responses to this post.

  1. Iya tuh, pembangunan terus menggerus lahan pertanian, apa ntar manusia mau dikasih makan beton?. Mo membuka lahan pertanian di hutan, takut dikatain merusak (hewan jg butuh ruang, kasihan mereka), lha trus apa mo nanam padi di laut?

    Mgkn bbrp tahun lagi, sawah dibelakang rumahku di kampung akn tergerus juga…

    Reply

  2. semoga kenangan itu tetap menjadi pelipur rindu sampeyan…

    Reply

  3. Besok lebaran saya ingin pulang kampung … melihat sawah dan menikmati desiran angin…

    Reply

  4. maaf.. saya tidak brkomentar ttg isi posting ini; tapi, Juni-Juli kemarin mbak Marsini ngumpet di mana niih? Saya sudah tengak-tengok je… Alhamdulillah kini muncul lagiii.. :)

    Reply

  5. waduh…….mengingatkan aq pada masuk SD pertaman….

    Reply

  6. pembangunan yang merampas sebagian ruang hijau kita…..

    Reply

  7. Posted by Arief on August 14, 2008 at 6:05 pm

    itulah kehidupan mba..krn ditanami padi ga ada harapan dan kepastian.
    seperti halnya hidup kita jika tak ada harapan yg jelas pasti akan tergeser dan tersingkir.
    kekekekek..sok bijak.

    Reply

  8. semua berubah.

    Reply

  9. Alhamdulillah, tanah disini masih steril dari pembangunan massal. masih banyak sawah untuk pak tani…ah,beruntungnya aku… ;)

    Reply

  10. sawah nya jadi pabrik… Petani nya jadi buruh… anak anak yang dulu main… jadi pembangun pabrik dan pembebas lahannya… weleh ironis…

    Reply

  11. lalu kemana lagi nanti tebaran daratan kenangan itu :(

    Reply

  12. woae….. kunjung lagi nieh…..

    Reply

  13. wah.. sawah tambah berkurang, lama2 kita makan padi buatan pabrik..hehe
    tapi itu ya hidup, semua bergeser, ya kita bisa lakukan hanya memperlambat proses bergesernya kehidupan ke arah negatif

    Reply

  14. pembangunan gedung tersebut, menghilangkan kenangan dimasa lalu yang manis, manusia juga lah yang merusak kenangan tersebut akibat ke serakahan semata dan sesa’at.

    Reply

  15. wew…
    sama,
    kehidupan orang desa kekota selalu menengook kebelakang…
    masa2yang indah, tak bisa terlupaka

    Yesterday is a History
    tomorrow is a Mistery
    but,
    Today
    is a Gift!

    Enjoy your life!

    link balik yaw!!!

    Reply

  16. disini pun sdh demikian,mbak
    sdh berganti gdg ruko dan perkantoran
    hilang sdh hamparan sawah disini,yg dulu kalau sore tiba aku selalu jalan2 melihat padi2 yg menguning. sekarang sdh tdk.

    Reply

  17. masih asri banget

    Reply

  18. apakah ini bisa disebut dengan pembangunan yang dipaksakan…
    tanah loh jinawi yang akan berubah menjadi gedung-gedung, siapa yang dirugikan dan siapa yang diuntungkan ?

    Reply

  19. aduh makin hilang deh :(

    Reply

  20. Desa kelahiranku di Ponorogo juga sama, Mbak. Saat aku masih kecil, pemandangan di sana indah, udara sejuk. Tapi sekarang suasananya sudah berubah karena banyak bangunan dibangun di sana.
    Btw, gimana ya nasib petani kita?

    Reply

  21. kenangan selalu indah

    asal bukan kenangan pahit

    Reply

  22. waduch udah gak bisa nyari belut lagiii doonkk !!!

    Reply

  23. itulah pembangunan di negeri ini, yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan..

    Reply

  24. wah artikel keren…jadi mengerti mengapa klub seperti barcelon ngebet datang ke jepang dan china darat. Apalagi kalau bukan uang…money ….duit…is always grean di negara manapun

    Reply

  25. katanya pembangunan itu akan membikin kita sejahtera namun kok malah serasa terusir dari tahah kita sendiri. brengsek!

    Reply

  26. industrialisasi yang serakah

    Reply

  27. Jadi kena penyakit Kampoeng Sick neh ….

    Reply

  28. Memang sudah banyak berubah.

    Reply

  29. Besok nanem padinya diatas gedung … :)

    Reply

  30. Mohon maaf lahir batin jika ada salah ucap dalam tulisan2 saya.salaam

    Reply

  31. hemmmmmmm………iya tuchsekarang banyak sawah yang dijadiin gedung, perumahan dll. dimn lagi ya tempat yang kosong untuk tumbuhan?
    :(

    Reply

  32. blom update ya mbak ??
    sibukkah ?

    Reply

Respond to this post