Setahun silam di tempat itu, ada anak-anak berlarian diantara pepadian. Dengan riangnya tertawa-tiwi menemani kesibukan orang tuanya di lahan yang menjadi andalan hidup.Pematang sawah terawat dan padi terayun-ayun dipermainkan angin. Pemiliknya tersenyum dengan girangnya membayangkan panen yang diperkirakan melimpah.Jerih payah akan segera tergantikan dengan hasil sempurna.
Beberapa bulan yang lalu di tempat yang sama. Dimanakah pematang sawah yang dulu?, dimanakah padinya?.Dimanakah anak-anak itu?.Dimanakah petani?.Kenapa yang tersisa hanya tanah lapang?.Semua sudah benar-benar berubah drastis.
Pertanyaan yang segera dijawab oleh plakat yang terpasang ditepinya, “Di tempat ini akan segera dibangun gedung….”.
Emm, satu lagi lahan untuk menanam pagi berkurang dan satu lagi akan bertambah bangunan baru yang akan menggeser populasi padi dan hewan-hewan kecil. Mungkin ditempat lain, seiring waktu akan mengalami hal yang sama pula.











August 14, 2008 at 2:04 pm
Iya tuh, pembangunan terus menggerus lahan pertanian, apa ntar manusia mau dikasih makan beton?. Mo membuka lahan pertanian di hutan, takut dikatain merusak (hewan jg butuh ruang, kasihan mereka), lha trus apa mo nanam padi di laut?
Mgkn bbrp tahun lagi, sawah dibelakang rumahku di kampung akn tergerus juga…
August 14, 2008 at 2:36 pm
semoga kenangan itu tetap menjadi pelipur rindu sampeyan…
August 14, 2008 at 3:47 pm
Besok lebaran saya ingin pulang kampung … melihat sawah dan menikmati desiran angin…
August 14, 2008 at 4:30 pm
maaf.. saya tidak brkomentar ttg isi posting ini; tapi, Juni-Juli kemarin mbak Marsini ngumpet di mana niih? Saya sudah tengak-tengok je… Alhamdulillah kini muncul lagiii..
August 14, 2008 at 4:31 pm
waduh…….mengingatkan aq pada masuk SD pertaman….
August 14, 2008 at 5:44 pm
pembangunan yang merampas sebagian ruang hijau kita…..
August 14, 2008 at 6:05 pm
itulah kehidupan mba..krn ditanami padi ga ada harapan dan kepastian.
seperti halnya hidup kita jika tak ada harapan yg jelas pasti akan tergeser dan tersingkir.
kekekekek..sok bijak.
August 15, 2008 at 10:07 am
semua berubah.
August 15, 2008 at 1:41 pm
Alhamdulillah, tanah disini masih steril dari pembangunan massal. masih banyak sawah untuk pak tani…ah,beruntungnya aku…
August 15, 2008 at 3:26 pm
sawah nya jadi pabrik… Petani nya jadi buruh… anak anak yang dulu main… jadi pembangun pabrik dan pembebas lahannya… weleh ironis…
August 15, 2008 at 3:53 pm
lalu kemana lagi nanti tebaran daratan kenangan itu
August 16, 2008 at 2:19 pm
woae….. kunjung lagi nieh…..
August 17, 2008 at 1:37 am
wah.. sawah tambah berkurang, lama2 kita makan padi buatan pabrik..hehe
tapi itu ya hidup, semua bergeser, ya kita bisa lakukan hanya memperlambat proses bergesernya kehidupan ke arah negatif
August 18, 2008 at 3:07 am
pembangunan gedung tersebut, menghilangkan kenangan dimasa lalu yang manis, manusia juga lah yang merusak kenangan tersebut akibat ke serakahan semata dan sesa’at.
August 18, 2008 at 2:02 pm
wew…
sama,
kehidupan orang desa kekota selalu menengook kebelakang…
masa2yang indah, tak bisa terlupaka
Yesterday is a History
tomorrow is a Mistery
but,
Today
is a Gift!
Enjoy your life!
link balik yaw!!!
August 18, 2008 at 11:14 pm
disini pun sdh demikian,mbak
sdh berganti gdg ruko dan perkantoran
hilang sdh hamparan sawah disini,yg dulu kalau sore tiba aku selalu jalan2 melihat padi2 yg menguning. sekarang sdh tdk.
August 18, 2008 at 11:46 pm
masih asri banget
August 19, 2008 at 12:17 am
apakah ini bisa disebut dengan pembangunan yang dipaksakan…
tanah loh jinawi yang akan berubah menjadi gedung-gedung, siapa yang dirugikan dan siapa yang diuntungkan ?
August 19, 2008 at 12:20 pm
aduh makin hilang deh
August 20, 2008 at 9:28 am
Desa kelahiranku di Ponorogo juga sama, Mbak. Saat aku masih kecil, pemandangan di sana indah, udara sejuk. Tapi sekarang suasananya sudah berubah karena banyak bangunan dibangun di sana.
Btw, gimana ya nasib petani kita?
August 20, 2008 at 11:44 am
kenangan selalu indah
asal bukan kenangan pahit
August 20, 2008 at 12:21 pm
waduch udah gak bisa nyari belut lagiii doonkk !!!
August 23, 2008 at 8:18 pm
itulah pembangunan di negeri ini, yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan..
August 26, 2008 at 1:29 am
wah artikel keren…jadi mengerti mengapa klub seperti barcelon ngebet datang ke jepang dan china darat. Apalagi kalau bukan uang…money ….duit…is always grean di negara manapun
August 26, 2008 at 1:30 am
katanya pembangunan itu akan membikin kita sejahtera namun kok malah serasa terusir dari tahah kita sendiri. brengsek!
September 2, 2008 at 7:00 pm
industrialisasi yang serakah
September 5, 2008 at 11:17 am
Jadi kena penyakit Kampoeng Sick neh ….
September 10, 2008 at 11:20 am
Memang sudah banyak berubah.
September 15, 2008 at 11:35 pm
Besok nanem padinya diatas gedung …
October 1, 2008 at 12:21 am
Mohon maaf lahir batin jika ada salah ucap dalam tulisan2 saya.salaam
October 17, 2008 at 4:07 pm
hemmmmmmm………iya tuchsekarang banyak sawah yang dijadiin gedung, perumahan dll. dimn lagi ya tempat yang kosong untuk tumbuhan?
October 31, 2008 at 1:57 pm
blom update ya mbak ??
sibukkah ?