Ada rasa yang menyesak di dalam dada, semacam rasa tak rela kehilangan sesuatu. Itu yang aku alami tadi malam. Sedih bercampur haru jadi satu, meskipun air mata tak sempat jatuh.
Kejadian semacam bulan november tahun lalu kini terulang lagi. Ada salah satu temenku yang bakalan ninggalin jogja ini n balik ke tempat asalnya yaitu Sulawesi. Nah itulah sepertinya jawaban kenapa ada yang menyesak dalam dada ini, aku akan berpisah dengan temenku lagi. Entah kapan akan bisa ketemu lagi, semua tak pernah pasti. Atau mungkin aku gak akan pernah bertemu lagi. Mbak Nanik…aku akan selalu merindukanmu, merindukan saat-saat berjuang bersama di masa kuliah, saat-saat bercerita dan nonton film korea, banyak kenangan dehh yang tentunya ga bakal terlupakan.
Nah malam itu kita-kita udah pada ngumpul dikamar mbak nanik buat menyambut saat-saat terakhir menjelang kepulangan mbak Nanik ke tanah asal. Sampai-sampai suasana kamar jadi sangat riuh pada sibuk cerita-cerita sendiri, aku sihh seperti biasa cuma jadi pemerhati n pendengar setia. Sepertinya semua merasa kehilangan banget soalnya mbak Nanik ini termasuk salah satu tokoh yang berpengaruh di tempat kita ( Kayak apa aja sihhh …
) . Barang-barang semua udah tertata rapi di kardus-kardus, tinggal ngangkat aja kalau travelnya udah datang.
Setelah beberapa jam waktu yang ditunggu-tunggu dateng juga. Travel udah sampai di depan pondok. Saatnya barang-barang buat diangkatin ke atas travel. Akupun dengan semangan bantuin ngangkat dengan milih kardus yang paling kecil biar gak terlalu berat. Akhirnya barang tertata rapi di dalam bagasi.
Saat perpisahan menjemput. Kita-kita saling bersalam-salaman. Tak lupa aku ucapkan pesan hati2 di jalan buat mbak Nanik. Aku lihat mbak Nanik sangat tegar, tak ada rasa sedih ataupun air mata. Setelah mengucap selamat tinggal. Mbak Nanik berlalu dan naik ke atas Travel. Siap berangkat. Selamat jalan Mbak Naniek
Anehh, setelah mobil travel berlalu, temen-temen malah pada narsis di depan kamera, akupun akhirnya ikut terbawa arus.
Asyik jeprat jepret berbagai posisi, sampai akhirnya bosan juga. Ternyata suasana tak terlalu mengharukan seperti yang kuduga.mungkin ini gara-gara kamera yang membuat aku n temen-teman gak terlalu fokus ke acara perpisahan ini.
Waktu aku nulis postingan ini, aku yakin jika tak terjadi suatu halangan pasti Mbak Nanik sudah menginjakkan kakinya di tanah kelahiranya. Sulawesi tercinta. Selamat berjumpa lagi dengan keluarga.

Posted by isdiyanto on April 25, 2009 at 11:52 am
ada perjumpaan…. pasti kan ada perpisahan jua….